Sering dikatakan bahwa ”Allah menetapkan Sabat di Eden” karena hubungan antara Sabat dan penciptaan dalam Keluaran 20:11. Sekalipun berhentinya Allah bekerja pada hari ke tujuh (Kejadian 2:3) memberi pertanda untuk hukum mengenai Sabat di kemudian hari, tidak ada catatan Alkitab mengenai Sabat sebelum umat Israel meninggalkan Mesir. Dalam Alkitab tidak ada indikasi bahwa memelihara hari Sabat dilakukan pada zaman Adam sampai Musa.
2 Comments Add this link to... Tell a friendBury Add to:
| Bookmarks
written by kakiwir 351 days ago
Rating: 1
| Rate Comment:+-
Merayakan Sabbath?
Dalam konteks Perjanjian Lama, Sabbath memang adalah hari Sabtu. Perjanjian Baru juga menjelaskan bahwa Sabbath adalah hari Sabtu. Kita lihat referensinya dari peristiwa sekitar penyaliban Yesus Kristus.
Yesus disalib pada hari Jumat pagi, wafat Jumat siang, penyamun sebelah kiri dan kanan-Nya dipatahkan kakinya agar cepat meninggal sebab besoknya hari sabbath.
Ini ayatnya:
Markus 15:42 Sementara itu hari mulai malam, dan hari itu adalah hari persiapan, yaitu hari menjelang Sabat.
Yesus bangkit satu hari setelah Sabbath, pada hari pertama minggu berikutnya, ialah hari Minggu sesuai kalender Eropa.
Ini ayatnya:
Markus 16:1 Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus.
Dalam Perjanjian Lama, enam hari lamanya umat TUHAN bekerja dan pada hari ke tujuh mereka berhenti bekerja untuk menghormati dan menguduskan dan merayakan Sabbath untuk bertemu Tuhan. Tetapi ternyata bahwa pada keenam hari lainnya, umat Tuhan harus juga merenungkan firman-Nya.
Ini ayatnya:
Yosua 1:8 Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.
Dalam Perjanjian Baru, Yesus bekerja memberitakan injil setiap hari. Petrus dan rasul-rasul lainnya juga memberitakan injil setiap hari.
Ini ayatnya:
Kisah 5:42 Dan setiap hari mereka melanjutkan pengajaran mereka di Bait Allah dan di rumah-rumah orang dan memberitakan Injil tentang Yesus yang adalah Mesias.
Nah, bagaimanakah seharusnya gaya hidup orang kristen sekarang? Yesus adalah Tuan atas hari Sabbath
Ini ayatnya:
Matthew 12:8 For the Son of man is Lord even of the sabbath day.
Saya belum sempat membaca artikel-artikel yang membahas alasan gereja menyelenggarakan ibadah hari Sabtu sementara lainnya hari Minggu. Kalau pendapat saya pribadi, yang terpenting adalah pada waktu ibadah, setiap orang kristen mengarahkan hatinya kepada Bapa, Yesus dan Roh Kudus dan menikmati kebaikan Tuhan dan menikmati kebersamaan dengan Tuhan. Sebab ketika kita beribadah padahal hati kita tertuju ke tempat lain atau ke urusan lain, maka ini merupakan sikap ibadah yang bodoh, yang melukai perasaan Tuhan.
Ini ayatnya:
Yesaya 29:13 Dan Tuhan telah berfirman: "Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan,
Matius 15:8 Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
Markus 7:6 Jawab-Nya kepada mereka: "Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
Nah, kan?
Saya tertarik dengan gaya pujian gereja kharismatik dimana mereka berusaha hafal luar kepala dengan lagu pujian sehingga ketika menyanyi, memuji Tuhan, bisa dilakukan dengan segenap hati. Sebab ketika setiap kali kita bernyanyi harus membaca teks atau buku, saya tidak yakin kita bisa larut dengan bait-bait pujian kepada Tuhan tsb.
Kita akan capek dengan cara menyanyi melihat teks.
Akhirnya, bagi saya, merayakan "Sabbath" tidak dibatasi Sabtu atau Minggu, ibadah di kedua hari itu memang sangat penting dan jangan ditinggalkan, sebab merupakan pertemuan ibadah dimana "bagian-bagian tubuh Kristus saling membangun dan mendukung". Tetapi ibadah pribadi, merenungkan firman-Nya setiap hari, menyembahNya setiap hari, memujaNya setiap hari, menyerap kuasaNya dan daya-hidupNya setiap hari, bagaikan ranting menyerap zat-zat makanan dari pokok pohon
yang dilakukan setiap hari, bukan seminggu sekali, merupakan gaya hidup bijak orang kristen.
Itulah Sabbath, hari Tuhan, setiap hari adalah harinya Tuhan.
written by ferdinandMZ 291 days ago
Rating: 0
| Rate Comment:+-
6 hari Tuhan menciptakan langit dan bumi dan pada hari ketujuh dia beristirahat dan memberkati, menguduskan. hal tersebut dapat anda baca pada kitab kejadian...
hari memang semuanya baik karena hari juga adalah termasuk ciptaan Tuhan. tapi ada satu hari khusus yang diperuntukkan untuk manusia dimana hari tersebut harus digunakan khusus untuk menjadi hari sukacita bagi manusia dan menjadi hari yang penuh kemuliaan untuk Tuhan. dan hari tersebut disebut sebagai hari ketujuh atau hari sabbath...
dalam hukum Musa yang ke-4 tertulis : ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat, dst...
dari situ kita ketahui bahwa hari Sabat atau hari ketujuh merupakan suatu hari yang dikuduskan/diasingkan buat Tuhan.
hal ini bukan berarti Tuhan melarang kita untuk memuji atau belajar FirmanNya atau berdoa kepadaNya selain pada hari ketujuh. karena dalam Alkitab yang dituliskan oleh Rasul Paulus bahwa kita harus tetap berdoa(ini berarti setiap hari). dan pada saat Yesus juga berada diatas dunia ini dia memelihara akan hari Sabat, dimana dia datang ke Bait Allah untuk mengajar. dan ayat yang saudara gunakan diatas tersbt bukanlah merupakan ayat yang menyatakan bahwa semua hari itu sama. itu adalah merupakan nasehat atau teguran kepada orang2 yang hanya menyembah dan datang kepadanya bukan dengan sepenuh hati tapi oleh karena ingin dilihat oleh orang lain atau ingin dipuji oleh orang lain. dan perkataan tersebut lebih ditujukan kepada ahli2 taurat, knp? ntar dijelasin...
dan kita harus berhati2 dalam mengikuti atau mempelajari akan perintah Tuhan,,,,karena ada dalam Alkitab tentang cerita seorang raja yang bernama Raja Saul...ceritanya seperti ini ...baca dengan seksama yach...n berdoa
sebelum raja Saul pergi berperang, Tuhan menyuruh dia untuk memusnahkan negeri/kerajaan tersebut dengan tidak menyisahkan seorang manusiapun dan termasuk hewannya....
pada saat berperang Saul menang dan pada saat itu perasaan Saul dipenuhi dengan sukacita....lalu dia melihat ada seekor domba yang tambun dan baik untuk dipersembahkan kepada Tuhan...lalu Saul mengambil domba tersebut atau domba tersebut adalah domba dari kerajaan yang dia telah perangi.., lalu dia persembahkan korban tersbut sebagai ucapan syukurnya...mau tau akibatnya...?
dari segi kemanusiaan apa yang dilakukan oleh Saul bukan merupakan hal yang salah dan bukan merupakan yang bodoh tapi..akibat dari perbuatannya tersebut Roh Tuhan meninggalkan dia sampai dia mati oleh pedang...kenapa? itu, akibat tidak mau menuruti Firman Tuhan...
Tuhan mengatakan basmi semuanya tapi masih aja disisakan satu domba untuk menjadi korban...
jadi dalam mengikut Tuhan itu janganlah kita menggunakan kepintaran kita yang pas2an ini tetapi biarlah kita berdoa kepada Tuhan untuk meminta pengertian dan hikmat dgn berdoa dan membaca FirmanNya.
kalo Tuhan berhenti pada hari ketujuh ya ketujuh lah
jangan pula kita menambah menjadi 1 - 7, itu namanya hal yang bodoh..kalo Tuhan suruh kita bawa duren ya bawa duren lah jangan pula kita bawa buah yang harganya mahal karena kita berpikir dengan harga mahal Tuhan akan terima..tidak, Tuhan tidak seperti manusia...Tuhan tidak bisa disogo' karena siapakah manusia? kita ini hanyalah debu...jadi kita jangan menambahkan atau mengurangi dari Firman Tuhan...
Melesat!com merupakan tempat berbagai berbagai informasi yang ada di internet baik dalam bentuk link, blog, artikel, kesaksian, renungan, dan bahan lainnya
Comments
Merayakan Sabbath?
Dalam konteks Perjanjian Lama, Sabbath memang adalah hari Sabtu. Perjanjian Baru juga menjelaskan bahwa Sabbath adalah hari Sabtu. Kita lihat referensinya dari peristiwa sekitar penyaliban Yesus Kristus.
Yesus disalib pada hari Jumat pagi, wafat Jumat siang, penyamun sebelah kiri dan kanan-Nya dipatahkan kakinya agar cepat meninggal sebab besoknya hari sabbath.
Ini ayatnya:
Markus 15:42 Sementara itu hari mulai malam, dan hari itu adalah hari persiapan, yaitu hari menjelang Sabat.
Yesus bangkit satu hari setelah Sabbath, pada hari pertama minggu berikutnya, ialah hari Minggu sesuai kalender Eropa.
Ini ayatnya:
Markus 16:1 Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus.
Dalam Perjanjian Lama, enam hari lamanya umat TUHAN bekerja dan pada hari ke tujuh mereka berhenti bekerja untuk menghormati dan menguduskan dan merayakan Sabbath untuk bertemu Tuhan. Tetapi ternyata bahwa pada keenam hari lainnya, umat Tuhan harus juga merenungkan firman-Nya.
Ini ayatnya:
Yosua 1:8 Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.
Dalam Perjanjian Baru, Yesus bekerja memberitakan injil setiap hari. Petrus dan rasul-rasul lainnya juga memberitakan injil setiap hari.
Ini ayatnya:
Kisah 5:42 Dan setiap hari mereka melanjutkan pengajaran mereka di Bait Allah dan di rumah-rumah orang dan memberitakan Injil tentang Yesus yang adalah Mesias.
Nah, bagaimanakah seharusnya gaya hidup orang kristen sekarang? Yesus adalah Tuan atas hari Sabbath
Ini ayatnya:
Matthew 12:8 For the Son of man is Lord even of the sabbath day.
Saya belum sempat membaca artikel-artikel yang membahas alasan gereja menyelenggarakan ibadah hari Sabtu sementara lainnya hari Minggu. Kalau pendapat saya pribadi, yang terpenting adalah pada waktu ibadah, setiap orang kristen mengarahkan hatinya kepada Bapa, Yesus dan Roh Kudus dan menikmati kebaikan Tuhan dan menikmati kebersamaan dengan Tuhan. Sebab ketika kita beribadah padahal hati kita tertuju ke tempat lain atau ke urusan lain, maka ini merupakan sikap ibadah yang bodoh, yang melukai perasaan Tuhan.
Ini ayatnya:
Yesaya 29:13 Dan Tuhan telah berfirman: "Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan,
Matius 15:8 Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
Markus 7:6 Jawab-Nya kepada mereka: "Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
Nah, kan?
Saya tertarik dengan gaya pujian gereja kharismatik dimana mereka berusaha hafal luar kepala dengan lagu pujian sehingga ketika menyanyi, memuji Tuhan, bisa dilakukan dengan segenap hati. Sebab ketika setiap kali kita bernyanyi harus membaca teks atau buku, saya tidak yakin kita bisa larut dengan bait-bait pujian kepada Tuhan tsb.
Kita akan capek dengan cara menyanyi melihat teks.
Akhirnya, bagi saya, merayakan "Sabbath" tidak dibatasi Sabtu atau Minggu, ibadah di kedua hari itu memang sangat penting dan jangan ditinggalkan, sebab merupakan pertemuan ibadah dimana "bagian-bagian tubuh Kristus saling membangun dan mendukung". Tetapi ibadah pribadi, merenungkan firman-Nya setiap hari, menyembahNya setiap hari, memujaNya setiap hari, menyerap kuasaNya dan daya-hidupNya setiap hari, bagaikan ranting menyerap zat-zat makanan dari pokok pohon
yang dilakukan setiap hari, bukan seminggu sekali, merupakan gaya hidup bijak orang kristen.
Itulah Sabbath, hari Tuhan, setiap hari adalah harinya Tuhan.
6 hari Tuhan menciptakan langit dan bumi dan pada hari ketujuh dia beristirahat dan memberkati, menguduskan. hal tersebut dapat anda baca pada kitab kejadian...
hari memang semuanya baik karena hari juga adalah termasuk ciptaan Tuhan. tapi ada satu hari khusus yang diperuntukkan untuk manusia dimana hari tersebut harus digunakan khusus untuk menjadi hari sukacita bagi manusia dan menjadi hari yang penuh kemuliaan untuk Tuhan. dan hari tersebut disebut sebagai hari ketujuh atau hari sabbath...
dalam hukum Musa yang ke-4 tertulis : ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat, dst...
dari situ kita ketahui bahwa hari Sabat atau hari ketujuh merupakan suatu hari yang dikuduskan/diasingkan buat Tuhan.
hal ini bukan berarti Tuhan melarang kita untuk memuji atau belajar FirmanNya atau berdoa kepadaNya selain pada hari ketujuh. karena dalam Alkitab yang dituliskan oleh Rasul Paulus bahwa kita harus tetap berdoa(ini berarti setiap hari). dan pada saat Yesus juga berada diatas dunia ini dia memelihara akan hari Sabat, dimana dia datang ke Bait Allah untuk mengajar. dan ayat yang saudara gunakan diatas tersbt bukanlah merupakan ayat yang menyatakan bahwa semua hari itu sama. itu adalah merupakan nasehat atau teguran kepada orang2 yang hanya menyembah dan datang kepadanya bukan dengan sepenuh hati tapi oleh karena ingin dilihat oleh orang lain atau ingin dipuji oleh orang lain. dan perkataan tersebut lebih ditujukan kepada ahli2 taurat, knp? ntar dijelasin...
dan kita harus berhati2 dalam mengikuti atau mempelajari akan perintah Tuhan,,,,karena ada dalam Alkitab tentang cerita seorang raja yang bernama Raja Saul...ceritanya seperti ini ...baca dengan seksama yach...n berdoa
sebelum raja Saul pergi berperang, Tuhan menyuruh dia untuk memusnahkan negeri/kerajaan tersebut dengan tidak menyisahkan seorang manusiapun dan termasuk hewannya....
pada saat berperang Saul menang dan pada saat itu perasaan Saul dipenuhi dengan sukacita....lalu dia melihat ada seekor domba yang tambun dan baik untuk dipersembahkan kepada Tuhan...lalu Saul mengambil domba tersebut atau domba tersebut adalah domba dari kerajaan yang dia telah perangi.., lalu dia persembahkan korban tersbut sebagai ucapan syukurnya...mau tau akibatnya...?
dari segi kemanusiaan apa yang dilakukan oleh Saul bukan merupakan hal yang salah dan bukan merupakan yang bodoh tapi..akibat dari perbuatannya tersebut Roh Tuhan meninggalkan dia sampai dia mati oleh pedang...kenapa? itu, akibat tidak mau menuruti Firman Tuhan...
Tuhan mengatakan basmi semuanya tapi masih aja disisakan satu domba untuk menjadi korban...
jadi dalam mengikut Tuhan itu janganlah kita menggunakan kepintaran kita yang pas2an ini tetapi biarlah kita berdoa kepada Tuhan untuk meminta pengertian dan hikmat dgn berdoa dan membaca FirmanNya.
kalo Tuhan berhenti pada hari ketujuh ya ketujuh lah
jangan pula kita menambah menjadi 1 - 7, itu namanya hal yang bodoh..kalo Tuhan suruh kita bawa duren ya bawa duren lah jangan pula kita bawa buah yang harganya mahal karena kita berpikir dengan harga mahal Tuhan akan terima..tidak, Tuhan tidak seperti manusia...Tuhan tidak bisa disogo' karena siapakah manusia? kita ini hanyalah debu...jadi kita jangan menambahkan atau mengurangi dari Firman Tuhan...
keep praying and remember the Holy Sabbath Day...
Happy Sabbath.....