oleh: Budhy Munawar-Rachman
(Staf Pengajar Universitas Paramadina Mulya Jakarta)
Dalam tahun-tahun belakangan ini semakin banyak didiskusikan mengenai
kerukunan hidup beragama. Diskusi-diskusi ini sangat penting,
bersamaan dengan berkembangnya sentimen-sentimen keagamaan, yang
setidak-tidaknya telah menantang pemikiran teologi kerukunan hidup
beragama itu sendiri, khususnya untuk membangun masa depan hubungan
antaragama yang lebih baik--lebih terbuka, adil dan demokratis.
Kita semua tahu, bahwa masalah hubungan antaragama di Indonesia
belakangan ini memang sangat kompleks. Banyak kepentingan ekonomi,
sosial dan politik yang mewarnai ketegangan tersebut. Belum lagi agama
sering dijadikan alat pemecah belah atau disintegrasi, karena adanya
konflik-konflik di tingkat elite dan militer.
Tulisan ini tidak akan membahas latar-belakang ekonomi, sosial, dan
politik dari kehidupan antaragama di Indonesia belakangan ini--yang
memang sudah banyak dianalisis--tetapi justru ingin kembali ke
pertanyaan dasar: Adakah dasar teologis yang diperlukan untuk suatu
basis kerukunan hidup beragama?
2 Comments Add this link to...Bury Add to:
| Bookmarks
written by hardono 383 days ago
Rating: 0
| Rate Comment:+-
Kerukunan emang membutuhkan kesadaran dari diri sendiri. Bagaimana bisa menjalin kerukunan bila kita selalu merendahkan agama lain.
written by ferdinandMZ 339 days ago
Rating: 0
| Rate Comment:+-
saya punya satu ide neeh..gimana supaya kerukunan beragama ini dapat terjadi....sebenarnya hal yang sangat gampang untuk dilakukan, tidak perlu kita menjadi cendikiawan atau pendeta untuk menjadikan beberapa agama menjadi rukun...,
semuanya itu dimulai dari diri kita..kalo ma tetangga dimana kita berada kita melayani mereka baik secara materi, waktu dan tenaga maka tahap pertama telah kita lakukan untuk menciptakan kerukunan..karena dengan perbuatan kitalah, kita dikenal oleh orang lain..kita siapa?, siapa yang kita sembah? dan kita beribadah kapan?.
dan yang kedua adalah dilingkungan dimana kita beribadah...
dan yang ketiga adalah dimana tempat kita bergaul....
Comments
Kerukunan emang membutuhkan kesadaran dari diri sendiri. Bagaimana bisa menjalin kerukunan bila kita selalu merendahkan agama lain.
saya punya satu ide neeh..gimana supaya kerukunan beragama ini dapat terjadi....sebenarnya hal yang sangat gampang untuk dilakukan, tidak perlu kita menjadi cendikiawan atau pendeta untuk menjadikan beberapa agama menjadi rukun...,
semuanya itu dimulai dari diri kita..kalo ma tetangga dimana kita berada kita melayani mereka baik secara materi, waktu dan tenaga maka tahap pertama telah kita lakukan untuk menciptakan kerukunan..karena dengan perbuatan kitalah, kita dikenal oleh orang lain..kita siapa?, siapa yang kita sembah? dan kita beribadah kapan?.
dan yang kedua adalah dilingkungan dimana kita beribadah...
dan yang ketiga adalah dimana tempat kita bergaul....
itu aja dulu dech...mau pulang...da laper he2xxxx
GBU