Just finish the Christmas Celeberation tanggal 21 Desember kemarin. Sederhana but sangat berkesan di hati. Terutama memang hal ini sudah di rencanakan dengan matang sejak 2 bulan lalu. Memang melelahkan tetapi setelah melihat hasilnya, seluruh kelelahan hilang dan berganti menjadi rasa bangga.
Aku terkesan sekali dengan suatu drama sederhana dimana drama tersebut menceritakan seorang penjual salib. Setelah lelah berkeliling menjual salib tanpa hasil, akhirnya sang penjual memutuskan untuk memberikan salibnya dengan gratis. Dia menggelar dagangannya di depan sebuah rumah besar. Keluar sang nyonya pemilik rumah, dan memarahinya karena dia menjual salibnya dan bahkan menolak salib yang diberikan dengan gratis.
Sang penjual memutuskan pindah ke sebuah lapangan dan mulai lagi menggelar salib-salibnya. Datanglah seorang anak muda. Sang anak muda ini tertarik dengan salib-salib yang di gelar. Dia bertanya kepada sang penjual apakah ada salib yang menurut sang penjual cocok dengannya. Sang penjual pun mengatakan karena dia masih muda, maka ditawarkanlah salib yang lumayan besar, terbuat dari kayu yang belum di poles. Sang pemuda menolak dengan tegas dan mengatakan bahwa salib tersebut kurang trendi dan tidak menarik. Akhirnya dia mengambil salib dengan ukuran sedang yang ingin digunakannya untuk menarik perhatian. Sang penjual mengatakan anak muda jaman sekarang hanya menginginkan sesuatu yang simple, yang mudah, dan tidak mau menerima tanggung jawab yang lebih besar.

















