oleh: Budhy Munawar-Rachman
(Staf Pengajar Universitas Paramadina Mulya Jakarta)

Dalam tahun-tahun belakangan ini semakin banyak didiskusikan mengenai
kerukunan hidup beragama. Diskusi-diskusi ini sangat penting,
bersamaan dengan berkembangnya sentimen-sentimen keagamaan, yang
setidak-tidaknya telah menantang pemikiran teologi kerukunan hidup
beragama itu sendiri, khususnya untuk membangun masa depan hubungan
antaragama yang lebih baik--lebih terbuka, adil dan demokratis.
Kita semua tahu, bahwa masalah hubungan antaragama di Indonesia
belakangan ini memang sangat kompleks. Banyak kepentingan ekonomi,
sosial dan politik yang mewarnai ketegangan tersebut. Belum lagi agama
sering dijadikan alat pemecah belah atau disintegrasi, karena adanya
konflik-konflik di tingkat elite dan militer.

Tulisan ini tidak akan membahas latar-belakang ekonomi, sosial, dan
politik dari kehidupan antaragama di Indonesia belakangan ini--yang
memang sudah banyak dianalisis--tetapi justru ingin kembali ke
pertanyaan dasar: Adakah dasar teologis yang diperlukan untuk suatu
basis kerukunan hidup beragama?
2 Comments   Add this link to...  Bury

Comments Who Voted Related Links