
Mengelola keuangan gereja bukan sekadar mengelola angka dalam laporan melainkan juga mengelola persembahan dan kepercayaan dari jemaat. Pengelola keuangan gereja (bendahara gereja) memiliki tanggung jawab yang besar sehingga memerlukan integritas yang tinggi. Kebocoran keuangan, seperti penyalahgunaan dana persembahan atau ketidakefisienan pengeluaran dapat merusak kepercayaan jemaat, menghambat pelayanan gereja, bahkan tidak menutup kemungkinan memecah belah gereja.
Untuk mencegah terjadinya kebocoran itu maka diperlukan Sistem Pengawasan yang baik dan juga Transparansi Keuangan yang dapat diakses oleh semua jemaat.
1. Membangun Sistem Pengawasan yang Baik
Membangun sistem pengawasan yang baik tentu akan membuat setiap pengeluaran dapat dipertanggungjawabkan dengan baik. Sistem ini dibuat bukan untuk mempersulit pengeluaran keuangan gereja, melainkan agar pengeluaran tepat sasaran dan tidak hanya karena keinginan sesaat tanpa perencanaan yang jelas. Langkah-langkah yang dapat diambil terkait dengan hal ini ialah.
- SOP Keuangan yang Jelas: Buat dengan jelas dan mudah dipahami mengenai alur penerimaan dan pengeluaran uang milik gereja. Semua pengelola keuangan harus mematuhi SOP Keuangan ini.
- Bendahara lebih dari satu: Bagi tugas antara bendahara misal bendahara 1 mengelola persembahan masuk, bendahara 2 mengelola semua pengeluaran. Atau bendahara 1 memegang uang dan bendahara 2 yang bertugas mencatat setiap transaksi. Dengan demikian antar bendahara dapat saling mengawasi.
- Dokumentasikan setiap transaksi: Gunakan sistem pencatatan yang sistematis, termasuk bukti transaksi (pemasukan dan pengeluaran), untuk memastikan setiap rupiah tercatat dengan benar. Untuk pemasukan, gunakan kuitansi bernomor urut tercetak. Untuk pengeluaran, selalu minta faktur atau kuitansi sebagai bukti.
-
Bentuk Tim Verifikator Keuangan: Tim ini bertugas untuk melakukan audit keuangan gereja guna mencegah kebocoran dan memastikan akuntabilitas. Tim sebaiknya diisi oleh orang yang paham mengenai keuangan dan tidak terlibat langsung dalam pengelolaan dana sehari-hari. Lakukan audit secara periodik (Misal: 6 bulan sekali) dan laporkan hasilnya kepada jemaat.
Sebagai catatan Tim Verifikator ini memeriksa- Kesesuaian pencatatan dengan bukti transaksi (kuitansi, faktur)
- Kesesuaian pengeluaran dengan anggaran yang telah disetujui
- Perhitungan kas dan saldo bank (rekonsiliasi)
- Kepatuhan terhadap SOP yang telah ditetapkan
2. Membuat Laporan Keuangan yang Transparan
Laporan keuangan yang transparan adalah kunci untuk membangun kepercayaan jemaat. Transparansi memastikan bahwa jemaat tidak merasa dirugikan dan justru termotivasi untuk memberikan lebih banyak. Laporan keuangan ini tentu harus mudah diakses dan dipahami.
Cara membuat laporan transparan:
- Format Standar: Gunakan format laporan keuangan yang mencakup neraca, laporan arus kas, dan laporan pendapatan/pengeluaran.
- Publikasi Rutin: Bagikan laporan bulanan atau tahunan melalui warta gereja, situs web, atau melalui grup WA Gereja
- Akuntabilitas: Pastikan laporan mencerminkan penggunaan dana yang akuntabel, sehingga jemaat dapat melihat dampak persembahan mereka.
Dengan transparansi, gereja dapat menghindari tuduhan penyalahgunaan dan memperkuat integritas pelayanan.
Solusi Konkret untuk Mencegah Kebocoran Keuangan Gereja
| Potensi Risiko | Solusi Pencegahan |
|---|---|
| Pencatatan ganda atau salah input | Sistem pembukuan digital + verifikasi ganda |
| Pengeluaran tanpa bukti | Wajibkan bukti fisik/digital untuk semua transaksi |
| Penyalahgunaan dana kas kecil | Batasi jumlah kas kecil dan buat laporan khusus penggunaannya |
| Laporan tidak tepat waktu | Tetapkan tenggat penyampaian & evaluasi berkala |
Akhir kata
Mencegah kebocoran keuangan gereja adalah tentang membangun sistem, bukan tentang mencurigai individu. Dengan sistem pengawasan yang baik dan menghadirkan laporan keuangan secara transparan kepada jemaat maka kebocoran dalam keuangan gereja dapat di minimalisir bahkan dihilangkan. Selain itu perlu juga komitmen dari semua pihak dalam pengelolaan keuangan gereja ini hanya untuk kemulian Tuhan bukan mencari nama pribadi.