
Pandemi Covid-19 kemarin mengingatkan bahwa gereja tidak bisa terus mengandalkan persembahan warga untuk mencukupi kebutuhan gereja. Cepat atau lambat akan ada situasi saat persembahan warga menurun; bukan karena warga tidak percaya ke gereja melainkan karena situasi ekonomi yang terjadi. Dengan demikian gereja perlu mencari tambahan dari pos selain persembahan. Salah satunya ialah dengan pengembangan Dana Abadi.
Beberapa gereja sudah memiliki Tabungan Dana Abadi dan terus bertambah namun sayangnya tabungan tersebut hanya diam di bank dalam bentuk tabungan biasa; tidak dikembangkan dengan maksimal. Dana Abadi Gereja seharusnya dikembangkan agar dapat mencukupi kebutuhan keuangan gereja.
Apa itu Dana Abadi Gereja?
Dana abadi gereja adalah sejumlah dana yang dikumpulkan oleh gereja dengan ketentuan dana pokok tidak boleh dipakai (boleh dipinjam tetapi harus dikembalikan) dan dikembangkan yang menghasilkan pendapatan. Sebagian hasil pengelolaan dana abadi gereja dapat digunakan untuk membiayai pelayanan gereja, sedangkan sebagian lainnya dapat ditambahkan kembali ke dalam dana pokok agar dana abadi gereja. terus bertumbuh.
📝 Dana abadi gereja merupakan dana yang tidak sekadar disimpan, tetapi dikelola agar dapat terus menghasilkan manfaat bagi pelayanan gereja.
Untuk membedakan dengan pos anggaran lain maka berikut perbandingan dana abadi dengan pos anggaran lainnya.
| Jenis dana | Apa yang boleh dipakai | Contoh kegunaan |
|---|---|---|
| Kas operasional | Seluruhnya, dipakai di tahun anggaran | Listrik, honor, kegiatan rutin |
| Dana cadangan | Pokok boleh dipakai saat darurat | Menutup kekurangan sementara |
| Dana pembangunan | Sampai proyeknya selesai | Renovasi, pembelian lahan |
| Dana abadi | Hanya hasil pengembangannya | Pelayanan jangka panjang |
Dari konsep ini, dana abadi gereja diharapkan dapat menjadi sumber pendanaan alternatif selain persembahan, yang dapat memberikan manfaat bukan hanya sekarang tetapi juga dalam jangka panjang.
Bagaimana Cara Kerja Dana Abadi?
Untuk memahaminya, perhatikan ilustrasi berikut:
- Gereja mengumpulkan dana dari persembahan khusus, sumbangan, hibah, atau sumber lain yang sah.
- Dana tersebut dimasukkan ke dalam rekening atau portofolio khusus dana abadi.
- Dana pokok dikelola melalui instrumen investasi yang sesuai dengan kebijakan gereja.
- Pengelolaan dana menghasilkan pendapatan, misalnya bunga atau hasil investasi.
- Sebagian pendapatan digunakan untuk membiayai pelayanan sesuai tujuan dana abadi.
- Sebagian lainnya ditambahkan kembali ke dana abadi agar nilainya dapat berkembang.
Contoh sederhana:
Misalkan sebuah gereja berhasil mengumpulkan dana abadi sebesar Rp100.000.000. Dana tersebut kemudian dikelola melalui instrumen investasi yang menghasilkan imbal hasil rata-rata 5% dalam satu tahun. Maka keuntungan tersebut dapat dialokasikan untuk menunjang pelayanan dan juga ditambahkan kembali ke dana abadi gereja. Berikut contohnya:
| Keterangan | Jumlah |
|---|---|
| Dana pokok | Rp100.000.000 |
| Hasil pengelolaan 5% | Rp5.000.000 |
| Digunakan untuk mendukung pelayanan gereja | Rp3.000.000 |
| Ditambahkan kembali ke dana abadi | Rp2.000.000 |
Penggunaan hasil pengelolaan dapat digunakan sesuai contoh di atas, digunakan semua, atau diinvestasikan lagi semuanya.
Jika pola ini dapat dipertahankan, dana abadi berpeluang terus berkembang dan menghasilkan pendapatan yang lebih besar pada tahun-tahun berikutnya. Sedangkan angka 5% di atas hanyalah ilustrasi, bukan tingkat keuntungan yang dijamin. Hasil aktual dapat berubah, bahkan mengalami kerugian, bergantung pada instrumen dan kondisi ekonomi.
Hal terpenting adalah gereja memiliki kebijakan yang jelas mengenai bagaimana penggunaan hasil pengembangan dana abadi gereja.
Sumber Dana Abadi Gereja
Dana abadi sebaiknya tidak mengambil begitu saja dari persembahan yang sudah ada melainkan dari bisa dari pos lain yang sebelumnya sudah ditentukan.
- Persembahan khusus dana abadi: Persembahan yang memang dialokasikan khusus untuk dana abadi, dan
- Hasil penjualan aset yang tidak dipakai: Apabila tidak ada program yang perlu didukung dana maka hasil penjualan dapat dimasukkan ke dana abadi
- Saldo anggaran: Saldo surplus anggaran di akhir tahun dapat dimasukkan ke dana abadi
Sebagai catatan, bahwa sumber dana abadi tersebut haruslah disetujui oleh majelis terlebih dahulu dan harus dipertimbangkan dengan matang dan cermat karena ketika uang sudah masuk dana abadi maka uang tersebut tidak boleh diambil lagi (hanya boleh dikembangkan)
Penggunaan Dana Abadi Gereja
Berikut beberapa hal yang dapat dibantu oleh hasil pengembangan dana abadi
-
Pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia
- Membantu pendidikan pendeta atau mahasiswa teologia
- Bantuan pendidikan bagi anak-anak warga yang membutuhkan.
- Pelatihan dan pengembangan kapasitas pelayan gereja.
-
Mendukung pelayanan sosial dan diakonia
- Membantu warga yang mengalami kesulitan ekonomi.
- Membantu mereka yang terdampak bencana alam
- Membantu modal bagi warga yang ingin mulai usaha
- Mendukung program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
-
Pemeliharaan aset & gedung, serta pembangunan
- Perbaikan atap dan bangunan gereja, termasuk pengecatan dan pemugaran
- Perawatan fasilitas ibadah.
- Pemeliharaan tanah dan aset gereja.
- Perbaikan fasilitas pelayanan yang mengalami kerusakan
Selain yang tersebut di atas, masih banyak lagi hal yang dapat ditopang dengan pengembangan dana abadi. Sebaiknya peruntukkan hasil pengembangan dana abadi hanya untuk beberapa poin yang sekiranya membutuhkan dana besar dan sulit dicukupi oleh persembahan rutin. Dan yang lebih penting, semua peruntukan ini haruslah melalui persetujuan rapat pengurus / sidang majelis.
Cara Pengembangan Dana Abadi
Beberapa gereja sudah memiliki pos dana abadi gereja namun sebagian enggan untuk mengembangkannya. Mereka ragu kalau dana abadi dialokasikan untuk investasi atau dikembangkan nanti malah tidak menghasilkan keuntungan bahkan tidak balik modal. Agar hal ini tidak terjadi maka pengembangan dana abadi gereja harus dilakukan dengan cermat, pertimbangan yang matang, dan tidak sekadar ikut FOMO (Fear of Missing Out) atau tren investasi yang sedang populer. Selain itu dana juga tidak boleh diinvestasikan pada lini bisnis yang merusak moral atau lingkungan (seperti perjudian, alkohol, atau industri yang eksploitatif).
Beberapa produk investasi yang dapat digunakan untuk mengembangkan dana abadi gereja antara lain:
- Surat Berharga Negara (SBN / ORI / Sukuk Ritel): Instrumen paling aman dengan jaminan penuh dari negara yang memberikan imbal hasil (coupon) secara berkala.
- Obligasi Korporasi Berperingkat Tinggi (Investment Grade): Menawarkan kupon bunga yang kompetitif dengan tingkat risiko yang terukur.
- Reksa Dana Pasar Uang & Pendapatan Tetap: Ada beberapa tipe Reksadana; Pasar Uang dan Pendapatan tetap memberikan imbal hasil yang stabil
- Deposito Berjangka: Walau imbal hasilnya sedikit namun dana yang disimpan aman. Pastikan bank yang dipakai dijamin oleh LPS.
- Emas: Investasi emas sangat bagus untuk jangka penyimpanan di atas 5 tahun. Emas akan menjaga nilai uang tersebut tetap atau bahkan bertambah
Dana Abadi tidak harus dimasukkan ke semua produk investasi di atas. Pelajari dan pilih produk yang baik menurut kondisi gereja setempat.
Pengelolaan (Governance) dan Akuntabilitas
Kunci utama agar Dana Abadi dapat bertahan dan dipercaya warga gereja adalah adanya sistem tata kelola yang baik, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan
- SOP dana abadi. Ini perlu dibuat diawal agar semuanya jelas. Tujuan dana abadi, dari mana sumber dana abadi, siapa yang mengelola, tujuannya untuk apa, kapan dapat ditarik, dll
- Bentuk Tim Khusus untuk pengembangan dana abadi gereja. Tim ini yang mengelola dana abadi, menentukan bagaimana pengembangannya, dan tujuan pengembangan untuk apa.
- Rekening Terpisah: Rekening Dana Abadi wajib dipisahkan sepenuhnya dari rekening operasional rutin gereja.
- Audit dan laporan ke warga gereja. Lakukan audit secara berkala dan berikan laporan hasil pengembangan dan juga penggunan hasil pengembangan ke warga secara periodik
Walaupun dana abadi ini memberikan sangat membantu pelayanan gereja namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan
- Jangan mengorbankan kebutuhan pelayanan saat ini. Gereja tidak seharusnya memaksakan pembentukan dana abadi apabila kebutuhan dasar pelayanan dan kewajiban keuangan belum terpenuhi.Dana abadi dibangun secara bertahap sesuai kemampuan gereja.
- Jangan menganggap hasil investasi selalu menguntungkan. Pilih dengan cermat produk investasi yang akan diikuti. Pelajari dengan baik dan detail termasuk tingkat risiko dari setiap produk investasi
- Jangan menggunakan dana pokok. Aturan dalam dana abadi bahwa dana pokok tidak boleh digunakan dengan alasan apapun. Kalau tetap akan digunakan maka harus dikembalikan sehingga nilainya sama seperti sebelum diambil
Kesimpulan
Gereja memang disarankan untuk tidak berbisnis secara langsung, tetapi gereja sebaiknya juga tidak terlalu memaksa warganya untuk terus menerus memberikan persembahan. Dana abadi adalah salah satu cara gereja untuk menambah pemasukannya yang akhirnya juga digunakan mencukupi kebutuhan pelayanan gereja.


